CERPEN
Seorang pemuda bernama ujang iya
lahir di desa dari seorang anak petani kecil di daerah sukabumi, ujang anak ke
3 dari 5 bersaudara, dia masih mempunyai adik 2, pada saat itu adiknya yang ke
2 paling kecil laki-laki masih bayi sekitar umur 8 bulanan sedangkan adik yang
ke 1 satunya lagi usia 9 tahunan wanita, sedangkan kakaknya yang pertama sudah
menikah dan kakak yang kedua nganggur di rumah karena untuk lulusan SMP sangat
sulit mencari pekerjaan saat itu.
semenjak lulus SMP Ujang memutuskan
untuk pergi merantau menuntut ilmu di Jakarta. Saat itu Ujang berusia 16 thun
Ia selalu ingat dengan kata-kata orang tuanya ujang kamu harus SUKSES harus bisa jadi contoh buat adik-adikmu karena
orang tuanya merasa Kakak-kakaknya telah gagal dalam pendidikan, dan tidak bisa
dijadikan contoh untuk adik-adiknya, kakak pertama gagal sebelum lulus SMA
sudah harus menikah sedangkan kakak yang kedua dia tidak menurut orang tua
tidak mau lanjut sekolah akhirnya menjadi pengangguran, sebagai orang tua memiliki anak seperti itu adalah
bukan yang diharapkannya.
Ujang akhirnya berangkat ke
Jakarta untuk sekolah dan akhirnya dia diterima di sekolah SMK Negeri dia
tinggal disebuah masjid karena untuk mengurangi
biaya hidup, ujang bukan termasuk orang pinter IQ dia termasuk rata-rata
dikelas, hari demi hari dia lalui dengan suka dan cita , setiap bulan iya
mendapat kiriman dari orang tuanya 300 ribu untuk selama 1 bulan sedangkan
biaya SPP bulanan saja waktu itu sudah 75 ribu, mau tidak mau dia harus mencari
cara untuk menutupi kebutuhannya itu, mulai dari mengerjakan PR teman, dan
ikut-ikut pengajian, setiap bulan ia juga tak lupa untuk mengirim surat kepada
keluarganya dan menceritakan keadaannya sendiri serta menanyakan keadaan keluarga dan
adik-adiknya.
Tiga tahun sudah dia lulus dari
sebuah SMK dan selama 3 tahun tersebut Ujang tidak pernah pulang ke rumah,
hanya mengirimkan kabar baik untuk keluarganya melalui surat pos, setelah lulus
sekolah ia langsung diterima kerja disebuah perusahaan suwasta, diapun mengabarkan
kepada keluarganya bahwa ia sekarang sudah bekerja.
Diperusahaan ujang hanya
mempunyai gajih 800 ribu perbulan kotor sedangkan kebutuhan hidup Ujang
600ribu/bulan sisa 200 ia kirim untuk keluarganya di kampung, ujang mempunyai
impian ingin melanjutkan kuliah dan mempunyai sebuah mobil sebelum menemui
keluarganya. Kemudian setelah 1 tahun barulah ujang bisa melanjutkan kuiah ke
sebuah Universitas cukup ternama di Jakarta dan berpindah kerja dengan
peningkatan Gajih beberapakalilipat dari sebelumnya.
Hari demi hari ia bekerja dan belajar,
ia termasuk tekun walau tidak cerdas, dengan impian ingin membawa mobil ketika
ia menemui kedua orangtuanya, surat – menyurat pun terus ia lakukan namun kali
ini ia mengirim surat kepada teman kecil tetangganya dulu namanya Wulan, Ujang
menanyakan kabar keluarga dan adik-adiknya kepada Wulan, tiga tahun kemudian
ujang sudah lulus s1 pada kuliahnya
karir nya pun naik, dia sekarang sudah mampu membeli mobil dengan uangnya dan
ia merasa saatnya untuk menemui keluarganya untuk membuktikan bahwa ujang bisa
jadi contoh untuk adik-adiknya dan membanggakan keluarganya.
Saat itu ia pulang untuk
pertamakalinya selama merantau di Jakarta, ia masih teringat 8 tahun yang lalu
ia meninggalkan rumah. Namun karena pertama kalinya ia pulang ia meminta teman
kecilnya Wulan untuk mendampinginya, jadi sebelum menemui Orang tuanya dia
bertemu Wulan, bermaksud agar orang tuanya tidak begitu kaget. Setelah sampai
halaman rumah namun ternyata banyak sekali perubahan 8 tahun dia tak pulang
termasuk rumahnya kini menjadi bangunan permanen yang dulunya setengah bilik, namun
ujang langsung parkir mobil di depan rumahnya. Dia ketuk pintu dengan harapan
Ibu bpak atau adik-adiknya yang buka namun yang keluar ternyata bukan keluarganya,
melainkan oranglain, lalu ia pun menanyakan nama orang tuanya tersebut,
ternyata orangtuanya sudah pindah 1 tahun yang lalu Wulan pun tak mengetahuinya
karena wulan juga pindah sudah 3 tahun tapi Wulan lupa memberi tahu Ujang kalau
kini rumah Wulan sudah jauh dari orang tuanya,Ujang pun tak pernah Tanya lagi
tentang keluarganya selama 1 tahun ini, ternyata rumahnya dijual untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya, untung pembeli rumah tahu kemana orang tuanya tinggal di kampung
sebelah yaitu tempat nenek ujang, sesampai di sana di kerumunan orang Ujang
langsung menanyakan mana ibu bapak tapi semua orang hanya diam meliahatnya…
seorang gadis dan remaja laki-lakipun terpaku, dan bertanya maaf cari siapa mas? Kemudian ujang
menyebutkan nama ayah dan ibunya..
Kemudian adiknya bertanya dengan
menebak apakah mas yang bernama Ujang? Dan ujang menjawab ya” darisitu adiknya memperkenalkan diri
bahwa dia adlah adiknya dan memberi tahu bahwa bpaknya sudah meninggal 1 tahun
yang lalu sehingga rumahnyapun terjual, ujang sejenak terdiam merasa bersalah
besar tak pernah memberi kabar lagi kepada keluarganya selama 1 tahun, lalu ia
bertanya lagi kalau ibu mana ibu? ujang dipersilahkan masuk untuk melihat
ibunya yang sedang terbaring sakit dan ujang langsung memeluk kedua Ibunya
dengan bercucur air mata iya merasa durhaka karena tak memberi kabar
keberadaannya kepada keluargnya sehingga ayahnyapun tidak tahu meninggal,
ibunya sambil berbaring tersenyum sambil memegang kepala ujang dan berkata “ibu dan ayah sangat kenal siapa dirimu nak
kami tak pernah menyalahkanmu” ujang semakin bersedih mendengar perkataan
ibundany itu, dan iapun bergegat untuk membawa ibunya ke rumah sakit dan
dirawat di rumah sakit hingga sembuh.
Ujang menceritakan perjalanan
hidupnya selama merantau kepada adik-adiknya dan ibunyapun bangga, ujang
membuka usaha kecil membuka toko dan mempekerjakan kakak-kakaknya, adiknya
semua tlah sampai lulus kuliah, dan cerita selesai
Cerita ini sengaja saya buat bukan untuk bersedih atau mengharukan atau
mendebarkan, tapi ini untuk motivasi.


