Berlangganan Artikel Kami

We'll not spam mate ! We promise.

Sunday, November 11, 2012

PEMUDA RANTAU


CERPEN
Seorang pemuda bernama ujang iya lahir di desa dari seorang anak petani kecil di daerah sukabumi, ujang anak ke 3 dari 5 bersaudara, dia masih mempunyai adik 2, pada saat itu adiknya yang ke 2 paling kecil laki-laki masih bayi sekitar umur 8 bulanan sedangkan adik yang ke 1 satunya lagi usia 9 tahunan wanita, sedangkan kakaknya yang pertama sudah menikah dan kakak yang kedua nganggur di rumah karena untuk lulusan SMP sangat sulit mencari pekerjaan saat itu.
semenjak lulus SMP Ujang memutuskan untuk pergi merantau menuntut ilmu di Jakarta. Saat itu Ujang berusia 16 thun Ia selalu ingat dengan kata-kata orang tuanya ujang kamu harus SUKSES harus bisa jadi contoh buat adik-adikmu karena orang tuanya merasa Kakak-kakaknya telah gagal dalam pendidikan, dan tidak bisa dijadikan contoh untuk adik-adiknya, kakak pertama gagal sebelum lulus SMA sudah harus menikah sedangkan kakak yang kedua dia tidak menurut orang tua tidak mau lanjut sekolah akhirnya menjadi pengangguran, sebagai  orang tua memiliki anak seperti itu adalah bukan yang diharapkannya.

Ujang akhirnya berangkat ke Jakarta untuk sekolah dan akhirnya dia diterima di sekolah SMK Negeri dia tinggal disebuah masjid karena untuk mengurangi  biaya hidup, ujang bukan termasuk orang pinter IQ dia termasuk rata-rata dikelas, hari demi hari dia lalui dengan suka dan cita , setiap bulan iya mendapat kiriman dari orang tuanya 300 ribu untuk selama 1 bulan sedangkan biaya SPP bulanan saja waktu itu sudah 75 ribu, mau tidak mau dia harus mencari cara untuk menutupi kebutuhannya itu, mulai dari mengerjakan PR teman, dan ikut-ikut pengajian, setiap bulan ia juga tak lupa untuk mengirim surat kepada keluarganya dan menceritakan keadaannya sendiri  serta menanyakan keadaan keluarga dan adik-adiknya.
Tiga tahun sudah dia lulus dari sebuah SMK dan selama 3 tahun tersebut Ujang tidak pernah pulang ke rumah, hanya mengirimkan kabar baik untuk keluarganya melalui surat pos, setelah lulus sekolah ia langsung diterima kerja disebuah perusahaan suwasta, diapun mengabarkan kepada keluarganya bahwa ia sekarang sudah bekerja.
Diperusahaan ujang hanya mempunyai gajih 800 ribu perbulan kotor sedangkan kebutuhan hidup Ujang 600ribu/bulan sisa 200 ia kirim untuk keluarganya di kampung, ujang mempunyai impian ingin melanjutkan kuliah dan mempunyai sebuah mobil sebelum menemui keluarganya. Kemudian setelah 1 tahun barulah ujang bisa melanjutkan kuiah ke sebuah Universitas cukup ternama di Jakarta dan berpindah kerja dengan peningkatan Gajih beberapakalilipat dari sebelumnya.
Hari demi hari ia bekerja dan belajar, ia termasuk tekun walau tidak cerdas, dengan impian ingin membawa mobil ketika ia menemui kedua orangtuanya, surat – menyurat pun terus ia lakukan namun kali ini ia mengirim surat kepada teman kecil tetangganya dulu namanya Wulan, Ujang menanyakan kabar keluarga dan adik-adiknya kepada Wulan, tiga tahun kemudian ujang sudah lulus s1  pada kuliahnya karir nya pun naik, dia sekarang sudah mampu membeli mobil dengan uangnya dan ia merasa saatnya untuk menemui keluarganya untuk membuktikan bahwa ujang bisa jadi contoh untuk adik-adiknya dan membanggakan keluarganya.
Saat itu ia pulang untuk pertamakalinya selama merantau di Jakarta, ia masih teringat 8 tahun yang lalu ia meninggalkan rumah. Namun karena pertama kalinya ia pulang ia meminta teman kecilnya Wulan untuk mendampinginya, jadi sebelum menemui Orang tuanya dia bertemu Wulan, bermaksud agar orang tuanya tidak begitu kaget. Setelah sampai halaman rumah namun ternyata banyak sekali perubahan 8 tahun dia tak pulang termasuk rumahnya kini menjadi bangunan permanen yang dulunya setengah bilik, namun ujang langsung parkir mobil di depan rumahnya. Dia ketuk pintu dengan harapan Ibu bpak atau adik-adiknya yang buka namun yang keluar ternyata bukan keluarganya, melainkan oranglain, lalu ia pun menanyakan nama orang tuanya tersebut, ternyata orangtuanya sudah pindah 1 tahun yang lalu Wulan pun tak mengetahuinya karena wulan juga pindah sudah 3 tahun tapi Wulan lupa memberi tahu Ujang kalau kini rumah Wulan sudah jauh dari orang tuanya,Ujang pun tak pernah Tanya lagi tentang keluarganya selama 1 tahun ini, ternyata rumahnya dijual untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, untung pembeli rumah tahu kemana orang tuanya tinggal di kampung sebelah yaitu tempat nenek ujang, sesampai di sana di kerumunan orang Ujang langsung menanyakan mana ibu bapak tapi semua orang hanya diam meliahatnya… seorang gadis dan remaja laki-lakipun terpaku, dan bertanya maaf cari siapa mas? Kemudian ujang menyebutkan nama ayah dan ibunya..
Kemudian adiknya bertanya dengan menebak apakah mas yang bernama Ujang? Dan ujang menjawab ya” darisitu adiknya memperkenalkan diri bahwa dia adlah adiknya dan memberi tahu bahwa bpaknya sudah meninggal 1 tahun yang lalu sehingga rumahnyapun terjual, ujang sejenak terdiam merasa bersalah besar tak pernah memberi kabar lagi kepada keluarganya selama 1 tahun, lalu ia bertanya lagi kalau ibu mana ibu? ujang dipersilahkan masuk untuk melihat ibunya yang sedang terbaring sakit dan ujang langsung memeluk kedua Ibunya dengan bercucur air mata iya merasa durhaka karena tak memberi kabar keberadaannya kepada keluargnya sehingga ayahnyapun tidak tahu meninggal, ibunya sambil berbaring tersenyum sambil memegang kepala ujang dan berkata “ibu dan ayah sangat kenal siapa dirimu nak kami tak pernah menyalahkanmu” ujang semakin bersedih mendengar perkataan ibundany itu, dan iapun bergegat untuk membawa ibunya ke rumah sakit dan dirawat di rumah sakit hingga sembuh.
Ujang menceritakan perjalanan hidupnya selama merantau kepada adik-adiknya dan ibunyapun bangga, ujang membuka usaha kecil membuka toko dan mempekerjakan kakak-kakaknya, adiknya semua tlah sampai lulus kuliah, dan  cerita selesai

Cerita ini sengaja saya buat bukan untuk bersedih atau mengharukan atau mendebarkan, tapi ini untuk motivasi.

Please Give Us Your 1 Minute In Sharing This Post!
SOCIALIZE IT →
FOLLOW US →
SHARE IT →
Powered By: Prahman.Com